Alat-alat medis yang sering kita jumpai bahkan yang sering digunakan dalam dunia medis, rumah sakit oleh dokter, perawat, analis, maupun tenaga kesehatan lainya. hemm... ternyata ada cerita awal mulanya atau asal usulnya lo.. ok, langsung saja bro.. semoga cuplikan ini bermanfaat..!!
Sinar rontgen ditemukan tahun 1895 oleh ilmuan fisika asal Jerman, Wilhelm
Conrad Rontgen. Sinar ini diberi nama sinar X karena dianggap misterius dan
ditemukan tanpa sengaja. Ketika itu, Rontgen sedang mengadakan uji coba sinar
katoda di laboratoriumnya. Saat itu lah tanpa sengaja ia menemukan sinar yang
bisa menembus berbagai benda, termasuk kulit dan daging, kecuali tulang. Sinar
X kemudian dimanfaatkan dalam bidang kesehatan untuk memeriksa bagian dalam
tubuh pasien. Sinar rontgen dalam tingkat radiasi lebih tinggi juga
dimanfaatkan untuk radioterapi, yaitu untuk menghancurkan tumor ganas atau
mencegah pertumbuhannya.
Stetoskop berasal dari kata stethos (dada) dan skopeein (memeriksa).
Alat ini ditemukan tahun 1816 oleh dokter asal Prancis, Rene Theophile
Hyacinthe Laennec. Ketika itu, ia menciptakan stetoskop sederhana dari kayu
berongga. Dengan alat itu, dokter dapat mendengarkan suara organ tubuh
manusia,terutama bunyi paru-paru dan detak jantung. Seiring berkembangnya
zaman, stetoskop pun makin moderen. Kini stetoskop terdiri dari open bell (bagian
yang ditempelkan pada pasien), selang untuk menghantarkan suara serta earpiece
yang dipasang pada telinga.
Alat Suntik
Alat suntik (syringe) ditemukan pertama kali tahun 1853 oleh Alexander
Wood, dokter asal Skotlandia, dan Charles Gabriel Pravaz, ahli bedah dari
Prancis. Dalam waktu yang hampir bersamaan, keduanya berhasil menciptakan jarum
berongga di bagian tengah, berujung runcing, dan cukup aman untuk menembus
kulit. Rongga pada jarum itu berfungsi untuk mengalirkan obat. Jarum itu
kemudian diberi nama jarum hipodermik. Jarum suntik awalnya hanya digunakan
untuk mengalirkan obat penahan rasa sakit saat operasi saja. Namun, jarum itu
kemudian juga digunakan untuk mengalirkan berbagai obat yang tak mungkin
dimasukan lewat mulut (diminum).
Rontgen
Sinar rontgen ditemukan tahun 1895 oleh ilmuan fisika asal Jerman, Wilhelm
Conrad Rontgen. Sinar ini diberi nama sinar X karena dianggap misterius dan
ditemukan tanpa sengaja. Ketika itu, Rontgen sedang mengadakan uji coba sinar
katoda di laboratoriumnya. Saat itu lah tanpa sengaja ia menemukan sinar yang
bisa menembus berbagai benda, termasuk kulit dan daging, kecuali tulang. Sinar
X kemudian dimanfaatkan dalam bidang kesehatan untuk memeriksa bagian dalam
tubuh pasien. Sinar rontgen dalam tingkat radiasi lebih tinggi juga
dimanfaatkan untuk radioterapi, yaitu untuk menghancurkan tumor ganas atau
mencegah pertumbuhannya.Stetoskop
Stetoskop berasal dari kata stethos (dada) dan skopeein (memeriksa).
Alat ini ditemukan tahun 1816 oleh dokter asal Prancis, Rene Theophile
Hyacinthe Laennec. Ketika itu, ia menciptakan stetoskop sederhana dari kayu
berongga. Dengan alat itu, dokter dapat mendengarkan suara organ tubuh
manusia,terutama bunyi paru-paru dan detak jantung. Seiring berkembangnya
zaman, stetoskop pun makin moderen. Kini stetoskop terdiri dari open bell (bagian
yang ditempelkan pada pasien), selang untuk menghantarkan suara serta earpiece
yang dipasang pada telinga.Tensimeter
Tensimeter
atau disebut juga sphygmomanometer adalah alat untuk mengukur tekanan darah.
Alat ini ditemukan oleh Samuel Siegfried Karl Ritter von Bosch pada tahun 1881.
Hingga tahun 1901, beberapa ilmuwan terus berusaha menyempurnakan tensimeter
tersebut. Namun, tidak ada yang benar dan akurat. Hingga pada tahun 1905, ahli
bedah Rusia, Nikolai Korotkov berhasil mengembangkan tensimeter moderen yang
lebih akurat. Alat ini terdiri dari senuah pompa, sumbat udara, kantong karet
dan pembaca tekanan berupa air raksa.
Sumber asli disini
Note: jika temen-temen punya tambahan materi dan referensi lain bisa sharing di komentar yach..!!!















